Achmad
syafi’i
Kata Pengantar
Sebagai umat islam, kita diajarkan rosulullah saw
untuk menata akhlaq yang mulia, sebagaimana diutusnya rosulullah kedunia tidak
lain untuk menyermpurnakan akhlaq manusia.
Seiring berkembangnya zaman yang semakin hari
semakin maju baik dibidang bidang seni, budaya bahkan tekhnologi, semua itu
tercipta untuk meningkatkan kwalitas manusia sebagai kholifah di bumi yang
bertugas untuk mengatur bumi, sesuatu dikatakan hidup, harus ada
pertumbuhan/perkembangan sebagaimana yang terdapat dalam pelajaran biologi.
Dalam coretan ini, saya mencoba mengulas sedikit
tentang “akhlaq versus tekhnologi”, semoga dengan coretan ini para pembaca bisa
mengamalkan dan bisa menyebarluaskan/mengampanyekan akhlaq.
Penulis
Akhlaq Versus Tekhnologi
Sebelum anda membaca lebih jauh, pasti anda semua
bertanya, apa sih akhlaq itu ? akhlaq yaitu tingkah laku/perbuatan manusia
dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Didalam menjalani kehidupan sehari-hari antara
manusia satu dengan manusia yang lain pasti saling membutuhkan, karena manusia
tercipta sebagai makhluq social (zoon politicon), mereka tidak dapat hidup
tanpa campur tangan orang lain, semua itu sudah terjadi sejak nabi adam
diciptakan, nabi adam merasa kesepian sampai pada akhirnya beliau memohon
kepada Allah supaya diciptakan seorang yang bisa menemani (membantu) dalam
menjalani hidup.
Seiring berjalannya waktu, seperti apa yang terdapat
dalam kata pengantar, sesuatu dikatakan hidup, pasti mengalami perkembangan,
semakin lama manusia hidup maka semakin banyak pula kebutuhan yang harus
dicukupi, seiring meningkatnya kebutuhan manusia tersebut dan keterbatasan
kekuatan manusia, akhirnya mereka berfikir untuk menemukan suatu hal yang bisa
membantu manusia untuk memenuhi kebutuhan tersebut, akhirnya terciptalah
teknologi, para pakar-pakar teknologi misalnya (buka sejarah telepon) semakin
meningkatnya kualitas manusia atau pola pikir manusia pada akhirnya mereka
(para pakar teknologi) mengembangkan telepon kabel menjadi telepon seluler
(ponsel) dan dilengkapi dengan berbagai fitur yang canggih. Dengan adanya
teknologi yang semakin lama semakin berkembang, sehingga mereka bisa bebas
mencari apa yang diinginkan, pada akhirnya setiap manusia baik tua, muda,
bahkan bayi yang masih dalam kandungan pun ingin menggunakan teknologi
tersebut, terutama para kawula muda yang sedang mengalami masa perkembangan,
baik itu fisik maupun pola pikir, mereka ingin ingin berinteraksi dengan
teman-temannya, dengan adanya ponsel mereka merasa terbantu sehingga ponsel
tersebut selalu berada dalam genggamannya.
Masyarakat Indonesia dikenal dengan masyarakat yang
sopan dan santun, semua itu tidak lepas dari budaya-budaya yang dimiliki bangsa
Indonesia sendiri, dengan aturan-aturan yang ada dalam kultur budaya itulah
masyarakat Indonesia terkenal sebagai masyarakat yang sopan dan santun, tapi,
dengan adanya perkembangan tekhnologi penetrasi-penetrasi budaya asing dengan
mudahnya memakan budaya asli Indonesia, semua itu dapat kita lihat disekitar
kita, banyak anak muda yang meniru budaya – budaya asing seperti : pergaulan
bebas dan lain sebagainya, sekarang banyak beredar di media tentang perbuatan
asusila.
Untuk menghadapi modernisasi yang semakin hari
semakin meningkat, kita sebagai penerus perjuangan mereka (para pahlawan) perlu
adanya benteng yang kuat, kita harus pandai – pandai menyaring hal-hal yang
masuk melalui tekhnologi. Jangan sampai kita menodai perjuangan para pahlawan
kita dengan kemerosotan akhlaq.
Demikan coretan kecil ini saya tuangkan, pasti coretan
ini tak sempurna seperti apa yang anda semua harapkan maka dari itu saya sangat
berharap kritik dan saran dari anda semua, semoga bermanfaat bagi kita semua
khususnya bagi bangsa Indonesia.
Jepara,
19 Oktober 2012
SARIYUN
Home