18 Oktober 2012

Akhlaq Versus Tekhnologi



Achmad syafi’i

Kata Pengantar
Sebagai umat islam, kita diajarkan rosulullah saw untuk menata akhlaq yang mulia, sebagaimana diutusnya rosulullah kedunia tidak lain untuk menyermpurnakan akhlaq manusia.
Seiring berkembangnya zaman yang semakin hari semakin maju baik dibidang bidang seni, budaya bahkan tekhnologi, semua itu tercipta untuk meningkatkan kwalitas manusia sebagai kholifah di bumi yang bertugas untuk mengatur bumi, sesuatu dikatakan hidup, harus ada pertumbuhan/perkembangan sebagaimana yang terdapat dalam pelajaran biologi.
Dalam coretan ini, saya mencoba mengulas sedikit tentang “akhlaq versus tekhnologi”, semoga dengan coretan ini para pembaca bisa mengamalkan dan bisa menyebarluaskan/mengampanyekan akhlaq.



Penulis


Akhlaq Versus Tekhnologi

Sebelum anda membaca lebih jauh, pasti anda semua bertanya, apa sih akhlaq itu ? akhlaq yaitu tingkah laku/perbuatan manusia dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Didalam menjalani kehidupan sehari-hari antara manusia satu dengan manusia yang lain pasti saling membutuhkan, karena manusia tercipta sebagai makhluq social (zoon politicon), mereka tidak dapat hidup tanpa campur tangan orang lain, semua itu sudah terjadi sejak nabi adam diciptakan, nabi adam merasa kesepian sampai pada akhirnya beliau memohon kepada Allah supaya diciptakan seorang yang bisa menemani (membantu) dalam menjalani hidup.
Seiring berjalannya waktu, seperti apa yang terdapat dalam kata pengantar, sesuatu dikatakan hidup, pasti mengalami perkembangan, semakin lama manusia hidup maka semakin banyak pula kebutuhan yang harus dicukupi, seiring meningkatnya kebutuhan manusia tersebut dan keterbatasan kekuatan manusia, akhirnya mereka berfikir untuk menemukan suatu hal yang bisa membantu manusia untuk memenuhi kebutuhan tersebut, akhirnya terciptalah teknologi, para pakar-pakar teknologi misalnya (buka sejarah telepon) semakin meningkatnya kualitas manusia atau pola pikir manusia pada akhirnya mereka (para pakar teknologi) mengembangkan telepon kabel menjadi telepon seluler (ponsel) dan dilengkapi dengan berbagai fitur yang canggih. Dengan adanya teknologi yang semakin lama semakin berkembang, sehingga mereka bisa bebas mencari apa yang diinginkan, pada akhirnya setiap manusia baik tua, muda, bahkan bayi yang masih dalam kandungan pun ingin menggunakan teknologi tersebut, terutama para kawula muda yang sedang mengalami masa perkembangan, baik itu fisik maupun pola pikir, mereka ingin ingin berinteraksi dengan teman-temannya, dengan adanya ponsel mereka merasa terbantu sehingga ponsel tersebut selalu berada dalam genggamannya.
Masyarakat Indonesia dikenal dengan masyarakat yang sopan dan santun, semua itu tidak lepas dari budaya-budaya yang dimiliki bangsa Indonesia sendiri, dengan aturan-aturan yang ada dalam kultur budaya itulah masyarakat Indonesia terkenal sebagai masyarakat yang sopan dan santun, tapi, dengan adanya perkembangan tekhnologi penetrasi-penetrasi budaya asing dengan mudahnya memakan budaya asli Indonesia, semua itu dapat kita lihat disekitar kita, banyak anak muda yang meniru budaya – budaya asing seperti : pergaulan bebas dan lain sebagainya, sekarang banyak beredar di media tentang perbuatan asusila.
Untuk menghadapi modernisasi yang semakin hari semakin meningkat, kita sebagai penerus perjuangan mereka (para pahlawan) perlu adanya benteng yang kuat, kita harus pandai – pandai menyaring hal-hal yang masuk melalui tekhnologi. Jangan sampai kita menodai perjuangan para pahlawan kita dengan kemerosotan akhlaq.
Demikan coretan kecil ini saya tuangkan, pasti coretan ini tak sempurna seperti apa yang anda semua harapkan maka dari itu saya sangat berharap kritik dan saran dari anda semua, semoga bermanfaat bagi kita semua khususnya bagi bangsa Indonesia.

Jepara, 19 Oktober 2012


SARIYUN
 


Get This Gadget